Bagaimana Perjanjian Kerja Persaingan ?

Perjanjian kerja persaingan diatur pada pasal 1601 x ayat(1) KUHPerdata, yang memberiketentuanbahwapengerianperjanjianpersainganyaitu suatu perjanjian yang mengurangi hak buruh, setelah mengakhiri hubungan kerja, ia tidak diperbolehkan untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu, hanya sah jika dibuat dalam suatu perjanjian tertulisatausuatureglemendenganburuh yang telah dewasa.
Secara sepintas ketentuan itu bertentangan dengan dasar konstitusional negara, khususnya ketentuan pada pasal 27 ayat (2) UUD 1945.
b.BeberapaupayaPerlindunganBagi Pekerja
untuk menciptakan agar suatu Perjanjian Kerja Persaingan kehadirandalambataskewajaran, makatimbulupaya-upaya perlindungan, antara lain :
1. Perjanjian persaingan harus dibuat secara tertulis
2. Perjanjian persaingan bisa dalam bentuk suatu peraturan perusahaan, dengan catatan harus ada pernyataan tertulis yang berisikan persetujuan atas peraturan perusahaan tersebut
3. Perjanjian persaingan harus dibuat oleh orang dewasa yang cakap hukum
4. Jika oleh si pekerja, perjanjian persaingan tersebut dirasa sangat membatasi dalam batas tidak wajar, pekerja berhak mengajukan keberatan yang diajukan melalui gugatankePengadilanNegarisetempat. dasar hukum atas keberatan pihak pekerja ada ditentukan pada pasal 1601x ayat (2) KUHPerdata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: