Apa Saja Unsur-Unsur Dalam Perjanjian Kerja ?

Unsur-unsur Dalam Perjanjian Kerja

Adapun unsur-unsur dalam suatu perjanjian kerja, yaitu :

1. Adanya unsur work (pekerjaan)
Dalam suatu perjanjian kerja harus ada suatupekerjaan yang diperjanjiakan, pekerjaandilakukanoleh pekerja dan sesuai dengan yang tercantum dalam perjanjian yang telah disepakati dengan ketentuan–ketentuan yang tercantum dalam UU nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Bahkan pada pasal 4 peraturan pemerintah no 8 tahun 1981 tentang perlindungan upah, menyatakan bahwa upah tidak dibayar bila buruh atau pekerja tidak melakukan pekerjaan.

Ketentuan tersebut bisa dikesampingkan apabila pihak pekerja berhalangan, pekerjaantersebutbisadiwakilkanataudigantidengan orang lain, sebellimnyadiberitahukandanmendapatkan persetujuan dari majikan selaku memberi kerja.Ketentuanpasal 1338 KUHPerdatajo 1603 KUHPerdatajopasal 5 ayat (1) PP no 8 tahun 1981

2. Adanya unsur service (pelayanan)
Pekerja haruslah tunduk pada perintah orang lain, yaitu pihak pemberi pekerja dan harus tunduk dibawah perintah orang lain (majikan), pekerja harus melayani majikan, maksudnya pekerja haruslah melaksanakan tugasnya yaitu bekerja dengan baik.

3. Adanya unsur time (waktu tertentu)
Bahwa dalam melakukan hubungan kerja haruslah dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam perjanjian kerja, dalam melakukan pekerjaan, pekerja (buruh) tidak bolehmelakukanpekerjaansekehendaknyadanpelaksanaanpekerjaan tidak boleh bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan dan ketertiban umum.

4. Adanya unsur pay (upah)
Seseorang yang bekerja, dalam melaksanakan pekerjaan bukan bertujuan mendapatkan upah, tetapi mendapatkan ilmu.Maka pelaksanaan pekerjaan tersebut buka pelaksanaan dari perjanjian kerja. Contoh seorang pelajar atau mahasiswa yang melakukanpraktekdisuatu hotel, merekatelah bekerja dan dibawah perintah orang lain serta dalam waktu-waktu tertentu pula, dan tujuan dari melaksanakan praktekbukanuntukmecariupah, melainkanuntuk menimba ilmu, meningkatkan pengetahuan serta mencari pengalaman dan untuk mendapatkan tandakelulusanpraktekdisuatu hotel. Hubungantersebutbukanimpelementasidaripelaksanaansuatu perjanjian kerja.
Pekerja harus melakukan pekerjaan dibawah perintah orang lain yaitu majikan, maka majikan sebagai pihak pemberi kerja wajib pula memenuhi prestasinya, yaitu pembayaran upah, Upah adalah imbalan prestasi yang wajib dibayar oleh majikan kepada pekerja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: