Apa Yang Dimaksud Dengan Kenaikan UMP Yang Semu ?

Sudah menjadi agenda tahunan. Disetiap akhir tahun pasti akan diwarnai dengan demo / unjuk rasa buruh. Demo-pun selalu diikuti ribuan buruh. Beragam tuntutan mereka suarakan. Diantara tuntutan mereka yakni kenaikan Upah Minimum Regional (UMR). Hal tersebut sesuai dengan tuntutan kebutuhan hidup yangg semakin lama semakin meningkat, serta gejolak harga pasar yang kian meninggi.

Demo buruh biasanya hanya dilakukan ∂ί kota-kota besar. Masyarakat ∂ί desa pastinya hanya bisa ikut mendoakan supaya demo itu menghasilkan yangg terbaik. Dan tuntutan mereka bisa dikabulkan. Walau dengan berderai keringat dan air mata, akhirnya tuntutan para buruh bisa terpenuhi. Kenaikan gajipun bisa mereka nikmati. Semua buruh dan keluarga menyambut gembira hasil itu. Mereka bisa tersenyum lebar.

Sama hal nya yang terjadi ∂ί kota Batu bara Tanjung Enim. Awalnya Pemerinta Sumatera Selatan hanya menaikkan UMP sebesar Rp 1.350.000 dari tahun sebelumnya Rp 1.195.220 ribu. Namun karena buruh Sumsel merasa nilai tersebut belum sesuai atau layak,maka mereka kembali melakukan unjuk rasa. Dengan tidak menunggu lama, akhirnya Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)menetapkan UMP Sumsel sebesar Rp 1.603.000. Semua buruh ∂ί Sumsel menyambut baik dan gembira keputusan itu.

Salah satu perusahaan yg ada ∂ί kota Batu bara Tanjung Enim kota tempat penulis tinggal juga gembira dengan hasil keputusan itu. Sekalipun kami tak ikut meramaikan unjuk rasa. Salah satu perusahaan disini yg penulis tahu, komitmen untuk membayar kenaikan itu. Bulan pertama Januari 2013, betapa senang melihat komit perusahaan untuk memenuhi tuntutan buruh. Gaji benar-benar naik drastis. Alhamdulilah. Namun apa yg terjadi dipertengahan bulan Februari,,para buruh pun kerap dikumpulkan. Ternyata Managemen perusahaan sangatlah pintar. Segala cara akan mereka lakukan. Agar biaya yang dikeluarkan untuk gaji tetap standart seperti sebelumnya,namun mereka tetap melaksanakan keputusan pemerintah. Untuk itu, Managemen pun berencana untuk mengubah pola kerja. Dengan dalih perusahaan sekarang tengah tidak baik.

Menyakitkan bagi para buruh, namun apa hendak dikata, mereka membutuhkan pekerjaan dan uang untuk kehidupan mereka dan keluarga. Ƴά̲̣ά̲̣ terima aja….. Awalnya pola kerja buruh ∂ί perusahaan ini, 7 hari kerja, Namun managemen mengubahnya dengan pola 6:1. 6 hari kerja, 1 hari libur. Mengejutkan sekali….Bahkan diakhir kata mereka yangg mereka sampaikan, jika ada yang tidak setuju silahkan menghadap,mereka sudah siapkan. Artinya,kalau yang ngak setuju silahkan angkat kaki dari perusahaan…..waaawwww……percuma saja keputusan itu dibuat. UMP sama saja tidak naik?

Sekali lagiwong kecil bisa apa,,manut, manut dan manut aja….kalau ngak manut ngak bisa makan,anak ngak bisa sekolah…..bersyukur itulah jalan satu-satunya.

Dengan adanya kejadian ini,menimbulkan pertanyaan , Apakah hal semacam itu boleh dilaksanakan dan tidak menyalahi aturan?. Jika tidak, satu-satu kata yang paling baik adalah Alhamdulilah….bersyukur kepada Allah, agar kita selalu mendapat berkah dari apa yang kita lakukan. Semangat……

Sumber : http://www.hrcentro.com/artikel/Kenaikan_UMP_Yang_Semu_130301.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: