Bagaimana Perhitungan Upah Lembur Bagi Karyawan ???

Peraturan mengenai kerja lembur diatur dalam Keputusan Menteri No.102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. Untuk melaksanakan kerja lembur, harus ada permintaan tertulis yang diberikan kepada karyawan yang akan melaksanakan kerja lembur, kemudian permintaan tersebut harus ditandatangani oleh karyawan yang bersangkutan sebagai wujud kesepakatan. Dengan demikian berarti kerja lembur tidak diharuskan untuk dilaksanakan oleh karyawan melainkan harus dimintakan persetujuan terlebih dahulu dari karyawan yang bersangkutan.

Dalam hal melaksanakan kerja lembur, karyawan berhak atas upah lembur, waktu istirahat yang secukupnya bagi karyawan, dan makanan minuman minimal 1.400 kalori untuk minimal tiga jam kerja lembur, hal ini diatur pada Pasal 7 Keputusan Menteri No.102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur. Untuk makanan dan minuman yang wajib disediakan oleh pengusaha ini tidak dapat diganti dengan uang. Penghitungan upah lembur berdasarkan dari upah bulanan, yaitu upah sebulan gaji dibagi 173 sama dengan upah perjam pekerja, diatur pada Pasal 8 Keputusan Menteri No.102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur .

Perhitungan upah lembur bagi karyawan menurut Pasal 11 Keputusan Menteri No.102/MEN/VI/2004 Tentang Waktu Kerja Lembur dan Upah Kerja Lembur, adalah sebagai berikut :

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari kerja, maka penghitungan upahnya dilakukan sebagai berikut :
1) Untuk 1 jam pertama lembur, dibayar upah lembur sebesar 1,5 kali upah per jam karyawan.
2) Untuk setiap jam kerja lembur berikutnya, dibayar upah lembur sebesar 2 kali upah per jam karyawan.

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi, untuk karyawan yang bekerja 6 hari selama seminggu, maka penghitungan upah lemburnya sebagai berikut :
1) Untuk 7 jam pertama lembur, dibayar upah lembur sebesar 2 kali upah per jam karyawan.
2) Untuk jam ke-8 lembur, dibayar upah lembur sebesar 3 kali upah per jam karyawan.
3) Untuk jam ke-9 dan ke-10 lembur, dibayar upah lembur sebesar 4 kali upah per jam karyawan.
4) Tetapi apabila hari libur resmi jatuh pada hari kerja terpendek (misalnya hari Sabtu), maka penghitungan upah lembur terhadap 5 jam lembur pertama sebesar 2 kali upah per jam karyawan, jam ke-6 lembur sebesar 3 kali upah per jam karyawan, jam lembur ke-7 dan ke-8 sebesar 4 kali upah per jam karyawan.

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari istirahat mingguan dan/atau hari libur resmi, untuk karyawan yang bekerja selama 5 hari seminggu, maka penghitungan upah lembur untuk 8 jam lembur pertama dibayar sebesar 2 kali upah per jam karyawan, jam ke-9 dibayar sebesar 3 kali upah per jam karyawan, dan jam ke-10 dibayar sebesar 4 kali upah per jam karyawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: